ERLINDA, S.Pd


Oktober 6, 2008, 7:06 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Bertahun Tahun Lamanya

Ketika kedua anak Debbie, temanku, sudah menginjak bangku sekolah lanjutan, Debbie sakit dan menunjukkan gejala mirip flu yang parah. Debbie mengunjungi dokter keluarga nya, yang memberitahukan bahwa ia tidak dihinggapi virus flu. Ternyata terkena “virus cinta” dan sekarang hamil.

Kelahiran Tommy, seorang anak yang tampan dan sehat merupakan kejadian yang patut dirayakan dan dengan berlalunya waktu, rasanya setiap hari membawa alasan lain untuk merayakan anugrah kehidupan Tommy. Ia anak yang manis, penuh perhatian, ceria dan menyenangkan.

Pada suatu hari saat Tommy berusia lima tahun, ia dan Debbie sedang naik mobil menuju mal di dekat rumah. Layaknya anak-anak, tahu-tahu Tommy bertanya, “Bu, berapa umur Ibu waktu aku lahir?”

“Tiga puluh enam, Tommy. Kenapa?” Tanya Debbie, bertanya-tanya apa yang dipikirkan benak kecilnya itu.

“Sayang sekali!” Tommy menyahut.

“Apa maksudmu?” tanya Debbie, bingung. Sambil memandangnya dengan mata penuh kasih, Tommy berkata, “Bayangkan, Bu, bertahun-tahun lamanya kita tidak saling mengenal.”

By : Alice Collins

Adopted from : Chicken Soup for the Mother’s Soul



NASTAR KLASIK
September 26, 2008, 6:49 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Bahan:
250 g tepung terigu rendah protein/soft wheat/cap kunci
30 g tepung maizena
225 g mentega/margarin
20 g susu bubuk
60 g gula halus
2 butir kuning telur
1/4 sdt garam halus
Cengkih untuk hiasan
Selai Nanas:
400 gr nanas matang, parut
200 g gula pasir
3 buah cengkih
5 cm kayu manis/ 1/4 sdt bubuk kayu manis
1/4 sdt garam halus
Olesan, aduk rata:
3 butir kuning telur
2 sdm susu tawar cair/ 1 sdm susu bubuk, larutkan dengan 2 sdm air

Cara Membuat:
1.
Campur tepung terigu, tepung maizena dan susu bubuk, aduk rata/ayak.
2. Tambahkan gula halus, kuning telur, mentega/margarin dan garam ke dalam campuran tepung. Aduk dengan garpu atau mixer kecepatan rendah (gunakan satu gigi)hingga terbentuk adonan yang berbutir-butir.
3. Padatkan adonan dengan tangan atau sendok kayu sehingga terbentuk adonan yang bisa dipulung/dibentuk.
4. Ambil sejumput adonan, bentuk menjadi bulatan, pipihkan. Isi tengahnya dengan 1/2 sendok teh selai nanas. Bulatkan kembali.
5. Atur kue yang telah dibentuk di atas loyang beroles margarin. Olesi permukaannya dengan bahan olesan. Tancapkan satu buah cengkih di atasnya.
6. Panggang kue dalam oven bertemperatur 150 derajat celcius selama 20 menit atau hingga kue matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, dinginkan. Simpan dalam stoples kedap udara.
7. Selai Nanas: Campur parutan nanas, gula pasir, kayu manis, cengkih dan garam, aduk rata. Panaskan sambil terus diaduk hingga terbentuk adonan selai yang kental. Angkat, dinginkan.
Untuk 550 g

Tip:
Jangan mengaduk adonan dengan tangan terlalu lama karena panas tangan akan mencairkan lemak dalam adonan. Akibatnya kue kering akan keras/tidak rapuh. Aduk seperlunya, asal adonan sudah bisa dibentuk. Untuk variasi rasa, selai nanas bisa diganti selai sesuai selera.

reply



Chicken’s Soup of Mother Soul
September 26, 2008, 6:43 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Satu sentuhan lebih bermakna dari sejuta kata-kata



Hello world!
September 23, 2008, 8:30 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!